Berita

Koran Transaksi & Nasional Coruption Watch (NCW) Berikan Penghargaan Golden Press Awards

Jakarta, Koran Transaksi.com – Koran Transaksi bekerjasama dengan Nasional Coruption Watch (NCW) akan memberikan piagam penghargaan bagi anak bangsa yang peduli dan dekat dengan pers serta memiliki komitmen dalam pemberantasan korupsi.

Pemimpin Redaksi Koran Transaksi yang juga Ketua Umum Nasional Coruption Watch (NCW) Drs. Syaiful Nazar mengatakan, bahwa program pemberian  penghargaan ini adalah bagian dari sumbangsih organisasi yang dipimpinnya. Sebagai anak bangsa, tidak hanya berkutat sebagai sosial control tetapi secara fair juga memberikan reward kepada mereka yang peduli terhadap kemerdekaan dan citra pers nasional serta berkomitmen terhadap pemberantasan korupsi.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Dewan Pembina Nasional Coruption Watch (NCW) Mayjen. TNI (Purn) H. Syamsu Djalal, SH. MH. Mantan Danpuspom TNI ini mengatakan bahwa program ini bisa menjadi salah satu perekat bagi para penyelenggara negara, tokoh bangsa, tokoh agama,  aktivis dan pers itu sendiri.

Kepada Koran Transaksi mantan Jaksa Agung Muda Bidang Intelejen (JAMINTEL) Kejaksaan Agung ini mengatakan pihaknya berusaha akan menghadirkan mantan Wakil Presiden Jend. TNI (Purn) H. Try Sutrisno, dan juga mantan Wakil Presiden H. M. Jusuf Kalla untuk menyerahkan piagam penghargaan tersebut kepada 60 tokoh pelopor di bidangnya.

Apresiasi juga datang dari Ketua Dewan Penasehat NCW, Mayjen. TNI (Purn) Asril Tanjung, S.IP. “Ide cemerlang dari praktisi pers dan aktivis anti korupsi ini patut diapresiasi dan didukung demi sinergi anak bangsa menuju Indonesi Bersih,” kata mantan Kepala Staf Kostrad ini.

Sementara itu Ketua Panitia Bersama Golden Press Awards (GPA) Alex Pang, mengatakan bahwa sumber inspirasi pemberian penghargaan ini adalah minimnya penghargaan yang diberikan oleh Pers terhadap kinerja anak bangsa baik itu birokrat, politisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, pejabat daerah, pengusaha dan juga aktivis termasuk pemberian penghargaan terhadap sesama insan pers itu sendiri.

Menurut mantan Sekretaris PWI Bekasi ini, setiap tahun insan pers rutin menyelenggarakan peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Namun, dalam HPN yang biasanya dihadiri oleh Presiden RI itu yang mendapatkan penghargaan berupa Pena Emas hanyalah Gubernur yang menjadi tuan rumah HPN.

Mantan Wartawan The Indonesian Obsever yang sudah malang melintang di berbagai penerbitan pers ini mengatakan bahwa, disamping piagam berbingkai keemasan, panitia juga punya ide membuat tropi istimewa. Tropi yang akan diberikan berbentuk Roket yang siap meluncur dengan posisi kemiringan 45 derajat, seperti selongsong peluru dan dibagian ujung seperti mata pena. “Sehingga philosofinya seperti roket yang siap melesat dan meluncur secepat peluru dan ujungnya setajam mata pena,” katanya.

Panitia mengharapkan dukungan dari semua pihak demi suksesnya acara ini, dan bila ada masukan dan kritikan untuk perbaikan event berikutnya, dapat disampaikan melalui email korantransaksi@yahoo.co.id. (RED)

Sumber : www.korantransaksi.com